TABUNG PEDULI (Celengan) PKPU
Mobile: Ade Lukmanul Hakim 085881122964, 021-96696305

SEDEKAH UNTUK SAHABAT
Anda ingin mendapatkan informasi TABUNG PEDULI PKPU. Silahkan kontak ADE LUKMANUL HAKIM di 021-87780015 ext.230 atau 085881122964, 021-96696305

SEDEKAH UNTUK SAHABAT
Ternyata Uang Sakuku: Masa depan mereka, senyum mereka, asa mereka, raih cita mereka. Mari bantu mereka dengan menyisihkan uang jajan anda atau anak anda. Hubungi ADE LUKMANUL HAKIM (085881122964) atau Telpon PKPU di 021-87780015 ext. 110 (Ade Lukmanul Hakim)

KLIK: PKPU


Prakiraan Cuaca
Kota-kota DuniaPrakiraan Cuaca Dunia (hari ini)   Tanggal 27 Januari 2010   Denpaser   Hujan   Suhu : 26 - 31 °C   Jakarta   Hujan   Suhu : 23 - 32 °C   Batam   Berawan   Suhu : 24 - 31 °C   Kualalumpur   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Singapura   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Manila   Berawan   Suhu : 22 - 31 °C   B. Sri Begawan   Hujan   Suhu : 24 - 32 °C   Bangkok   Hujan   Suhu : 23 - 32 °C   Hanoi   Hujan   Suhu : 16 - 18 °C   Pnom Penh   Cerah   Suhu : 22 - 32 °C   Rangoon   Berawan   Suhu : 22 - 33 °C   Tokyo   Berawan   Suhu : 4 - 9 °C   Beijing   Cerah   Suhu : -9 - 3 °C   New Delhi   Berkabut   Suhu : 8 - 22 °C   Seoul   Berawan   Suhu : -5 - -3 °C   Hongkong   Berawan   Suhu : 14 - 17 °C   Jeddah   Cerah   Suhu : 18 - 27 °C   Mekkah   Cerah   Suhu : 20 - 32 °C   Madinah   Cerah   Suhu : 11 - 23 °C   Kairo   Cerah   Suhu : 8 - 16 °C   Darwin   Hujan   Suhu : 27 - 32 °C   Perth   Berawan   Suhu : 19 - 33 °C   Sydney   Hujan   Suhu : 21 - 31 °C   Moscow : Bersalju   Suhu : -18 - -18 °C   Amsterdam   Hujan   Suhu : -2 - 2 °C   London   Berawan   Suhu : -1 - 4 °C   Frankfurt   Berawan   Suhu : -9 - -1 °C   Paris   Berawan   Suhu : -1 - 1 °C   Roma   Hujan   Suhu : 6 - 14 °C   Genewa   Berawan   Suhu : -2 - 2 °C   New York   Berawan   Suhu : 2 - 8 °C   Los Angeles   Hujan   Suhu : 11 - 16 °C   Menu UtamaKota-kota IndonesiaPrakiraan Cuaca Indonesia (hari ini)   Berlaku mulai 28 Januari 2010 pukul 07.00 WIB   Sampai dengan 29 Januari 2010 pukul 07.00 WIB   Banda Aceh   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 96 %   Medan   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 94 %   Pekanbaru   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 53 - 92 %   Batam   Berawan   Suhu : 25 - 31 °C   Kelembaban : 63 - 93 %   Padang   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 66 - 95 %   Jambi   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 63 - 94 %   Palembang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 61 - 95 %   Pangkal Pinang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 62 - 94 %   Bengkulu   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 60 - 98 %   Bandar Lampung   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 58 - 95 %   Pontianak   Hujan Sedang   Suhu : 23 - 33 °C   Kelembaban : 65 - 98 %   Samarinda   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 31 °C   Kelembaban : 67 - 95 %   Palangkaraya   Hujan Sedang   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 63 - 96 %   Banjarmasin   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 96 %   Manado   Hujan Ringan   Suhu : 22 - 31 °C   Kelembaban : 69 - 95 %   Gorontalo   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 62 - 95 %   Palu   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 52 - 90 %   Kendari   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 66 - 96 %   Makasar   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 68 - 93 %   Majene   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 90 %   Ternate   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 30 °C   Kelembaban : 65 - 97 %   Ambon   Hujan Ringan   Suhu : 25 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 95 %   Jayapura   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 68 - 98 %   Sorong   Berawan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 60 - 97 %   Biak   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 30 °C   Kelembaban : 73 - 95 %   Manokwari   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 30 °C   Kelembaban : 68 - 98 %   Merauke   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 68 - 97 %   Kupang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 68 - 97 %   Sumbawa Besar   Berawan   Suhu : 24 - 33 °C   Kelembaban : 69 - 96 %   Mataram   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 67 - 94 %   Denpasar   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 65 - 95 %   Jakarta   Hujan Sedang   Suhu : 23 - 31 °C   Kelembaban : 66 - 95 %   Serang   Hujan Sedang   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 65 - 94 %   Bandung   Hujan Ringan   Suhu : 20 - 29 °C   Kelembaban : 68 - 96 %   Semarang   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 31 °C   Kelembaban : 65 - 93 %   Yogyakarta   Hujan Ringan   Suhu : 24 - 32 °C   Kelembaban : 64 - 95 %   Surabaya   Hujan Ringan   Suhu : 23 - 33 °C   Kelembaban : 63 - 95 %   Menu Utama
Tampilkan postingan dengan label Liputan Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liputan Media. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Januari 2010

Membiasakan Siswa Menabung

BANDA ACEH – Anak dari semenjak dini harus dibiasakan untuk peka terhadap sesama. Menabung dan bersedekah adalah sikap yang harus ditanamkan pada anak usia sekolah. Sebab masa sekolah terutama Sekolah Dasar (SD) adalah masa yang paling tepat untuk menamakan nilai-nilai positif pada anak.

Hal itu disampaikan Romdlon Hidayat MSSc, selaku Kepala Cabang PKPU Aceh Kamis (12/2). Dia mengharapkan kepada orang tua agar anak usia sekolah ditumbuhkan rasa tanggung jawab pada pendidikan, caranya dengan menyisihkan sebagian rezeki sebagai bentuk solidaritas terhadap saudaranya yang kurang mampu.

“Tanggung jawab memajukan pendidikan, bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan pihak sekolah saja. Orang tua dan siswa juga berperan penting dan bersinergi merealisasikan target pendidikan sebagai salah satu dari delapan agenda Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) di Indonesia,” jelas Romdhon.

Menurutnya, partisipasi yang diberikan dapat berupa perhatian, keterlibatan dan bantuan material dalam bentuk tabungan Peduli “Sedekah untuk Sahabat” ,seperti yang telah digagas dan direalisasikan oleh Lembaga Kemanusiaan Internasional PKPU bermitra dengan sejumlah Sekolah di Aceh Besar.

Ia menjelaskan, tabung peduli menghimpun dana infak dan sedekah dari siswa sekolah dan masyarakat diperuntukkan bagi pendidikan. dengan mendistribusikan celengan di sekolah, perumahan dan juga perusahaan secara kolektif maupun perseorangan dalam jangka waktu 30-90 hari.

Ia menuturkan, sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang telah 10 tahun eksis, PKPU menggulirkan program Tabung Peduli dilatarbelakangi oleh upaya mewujudkan Pendidikan yang Merata untuk Semua. Sebagai salah satu dari delapan agenda tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) pada 2015 mendatang, sehingga generasi Indonesia dapat menatap masa depan yang lebih baik.

Romdhon menerangkan, dana yang terkumpul dari hasil tabungan siswa nantinya dapat akan dimanfaatkan sesuai dengan kesepakatan PKPU dan sekolah yang bersangkutan. Juga dimanfaatkan sebagai dana kemanusiaan untuk membantu sesama.

“Subsisi silang bagi anak yatim dan anak kurang mampu baik di sekolah tersebut maupun di sekolah lainnya, dan apabila sekolah yang bersangkutan membutuhkan fasilitas fisik maupun pelatihan SDM guru, dan program lainnya. Dalam merealisasikan hal tersebut PKPU juga berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat dalam merealisasikan program tersebut," ujar Romdloh Hidayat.

Ia menjelaskan bahwa, sejak diluncurkan pada Agustus 2007, lalu hingga kini di Jakarta , dana yang telah terkumpul berjumlah lebih dari Rp 172 juta. Selain itu, program ini juga telah bekerjasama dengan 20 sekolah, 11 perusahaan dan enam yayasan dengan jumlah mitra yang terus bertambah dari waktu ke waktu

Dalam kesempatan itu, Ramdhon juga menyatakan, lebih dari 212 siswa SDN Garot Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar telah mengumpulkan dana lebih dari Rp 3, 5 Juta sejak Desember 2008 – Feruari 2009.

Ia menambahkan, 112 siswa SDN 2 Lambheu Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, telah menanbung dan menyumbangkan dana sejumlah Rp 1.873.675 pada waktu yang sama. Bahkan salah seorang siswa di sekolah ini menyumbangkan Rp 131. 350 dalam celengannya yang penuh dengan uang.

Menurut Neviana, Kepala Sekolah SDN 2 Lambheu Kecamatn Darul Imarah Aceh Besar, siswa di sekolah tersebut sangat termotivasi dan giat menabung tidak hanya pada tabung peduli yang digagas PKPU tetapi juga pihak sekolah. (slm)


Sumber: rakyataceh.com


Senin, 25 Januari 2010

PKPU Adakan Bedah Sekolah di Garut

GARUT - Terinspirasi acara di stasiun televisi yaitu Bedah Rumah, dalam rangkaian realisasi donasi program Tabung Peduli (kencleng), Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU (Pos Keadilan Peduli Ummat) menggelar acara Bedah Sekolah, hari Senin, 18 Mei 2009 pukul 14.00 WIB dengan peletakan batu pertama. Meski tidak banyak sekolah yang dibedah, tapi bagi sekolah yang terpilih merasa apa yang dilakukan oleh PKPU sangat bermanfaat.

Program bedah sekolah ini mendapat samputan baik dari pihak sekolah yang mendapat bantuan. Salah satu sekolah yang dibedah adalah Madrasah Ibtidaiyah At-Taufiq pimpinan Ajengan Fatihin yang berlokasi di Kampung Gorowong, Desa Maroko, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Sungguh kami tidak menyangka kepedulian dari PKPU dan para donatur dan dermawan untuk membantu sekolah yang memang sudah tidak layak pakai ini. Kami bersyukur kini anak-anak bisa lebih giat lagi belajar melihat sekolahnya lebih baik,” kata Ajengan Fatihin.

Menurut Ajengan Fatihin, selama hampir sepuluh tahun lebih sekolahnya hanya memakai bilik bambu. Hal ini karena sebagian dari para orang tua wali murid bekerja sebagai petani yang tidak mampu untuk dimintai sumbangan merenovasi gedung sekolah, sehingga anak-anak belajar apa adanya.

“Mereka memiliki kesadaran untuk menyekolahkan anak-anaknya saja kami beruntung, karena banyak di antara anak-anak di sini malas sekolah hanya ingin membantu para orang tuanya,” lanjut Ajengan Fatihin.

Sekolah yang didirikan sejak tahun 2000 itu, kini memiliki 150 siswa dengan 5 guru. “Sekali lagi, kami bersyukur atas kepedulian dari PKPU dan para donatur dan dermawan untuk melakukan renovasi, peletakan batu pertama sehingga anak-anak kini punya semangat baru untuk belajar dan peduli dengan sekolah,” ungkapnya.

”Semoga dengan adanya program Bedah Sekolah dari PKPU dan mitra donatur yaitu Majelis Taklim Excelcomindo (MTXL) dan 57 Sekolah yang tergabung dalam Tabung Peduli ini diharapkan kepedulian masyarakat sekitar meningkat,” kata Wildhan Dewayana, Direktur Penghimpunan PKPU disela-sela peletakan batu pertama bedah sekolah.

H.M. Suharsono, Lc, penanggungjawab program Bedah Sekolah PKPU ini dalam laporannya menjelaskan, kegiatan yang dilakukan merupakan wujud kepedulian dari PKPU bersama mitra donatur yaitu Majelis Taklim Excelcomindo (MTXL) serta 35 sekolah dan Korporat yang tergabung dalam Tabung Peduli untuk membantu program pendidikan di desa terpencil

“Kami mengerjakan perbaikan total sekolah ini memerlukan waktu selama 60 hari dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 60 juta,” lanjut H.M. Suharsono, Lc, GM Community Development PKPU.

”Harapan kami, apa yang dilakukannya ini akan bisa dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat. Semoga apa yang dilakukan oleh PKPU dan para mitra donatur dan dermawan ini dapat dijadikan contoh oleh lembaga lain atau masyarakat yang memang peduli dan prihatin dengan pendidikan,” ungkap Suharsono.


Sumber: krlmania.com


TABUNG PEDULI: Dulu Bedah Rumah, Kini Bedah Sekolah

Terinspirasi oleh acara di stasiun televisi, yaitu Bedah Rumah, dalam rangkaian realisasi donasi program Tabung Peduli (Kencleng), Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU (Pos Keadilan Peduli Ummat) menggelar acara Bedah Sekolah. Siapa peduli?

Program ini ditandai dengan peletakan batu pertama di sebuah sekolah di Kabupaten Garut, pada Senin, 18 Mei 2009, pukul 14.00 WIB. Meski belum banyak sekolah yang dibedah, tapi bagi sekolah yang terpilih merasakan program yang dilakukan oleh PKPU sangat bermanfaat.

Program bedah sekolah ini mendapat sambutan baik dari pihak sekolah yang mendapat bantuan. Salah satu sekolah yang dibedah adalah Madrasah Ibtidaiyah At-Taufiq pimpinan Ajengan Fatihin yang berlokasi di Kampung Gorowong, Desa Maroko, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Sungguh kami tidak menyangka kepedulian dari PKPU dan para donatur dan dermawan untuk membantu sekolah yang memang sudah tidak layak pakai ini. Kami bersyukur kini anak-anak bisa lebih giat lagi belajar melihat sekolahnya lebih baik," kata Ajengan Fatihin.

Menurut Ajengan Fatihin, selama hampir sepuluh tahun lebih sekolahnya hanya memakai bilik bambu. Hal ini karena sebagian dari para orang tua wali murid bekerja sebagai petani yang tidak mampu untuk dimintai sumbangan merenovasi gedung sekolah, sehingga anak-anak belajar apa adanya.

"Mereka memiliki kesadaran untuk menyekolahkan anak-anaknya saja kami beruntung, karena banyak di antara anak-anak di sini malas sekolah hanya ingin membantu para orang tuanya," lanjut Ajengan Fatihin.

Sekolah yang didirikan sejak tahun 2000 itu, kini memiliki 150 siswa dengan lima guru. "Sekali lagi, kami bersyukur atas kepedulian dari PKPU dan para donatur dan dermawan untuk melakukan renovasi, peletakan batu pertama sehingga anak-anak kini punya semangat baru untuk belajar dan peduli dengan sekolah," ungkapnya.

"Semoga dengan adanya program Bedah Sekolah dari PKPU dan mitra donatur yaitu Majelis Taklim Excelcomindo (MTXL) dan 57 Sekolah yang tergabung dalam Tabung Peduli ini diharapkan kepedulian masyarakat sekitar meningkat," kata Wildhan Dewayana, Direktur Penghimpunan PKPU di sela-sela peletakan batu pertama bedah sekolah.

H.M. Suharsono, Lc, penanggung jawab program Bedah Sekolah PKPU ini dalam laporannya menjelaskan, kegiatan yang dilakukan merupakan wujud kepedulian dari PKPU bersama mitra donatur yaitu Majelis Taklim Excelcomindo (MTXL) serta 57 sekolah dan Korporat yang tergabung dalam Tabung Peduli untuk membantu program pendidikan di desa terpencil.

"Kami mengerjakan perbaikan total sekolah ini memerlukan waktu selama 60 hari dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 60 juta," lanjut H.M. Suharsono, Lc, GM Community Development PKPU.

"Harapan kami, apa yang dilakukannya ini akan bisa dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat. Semoga apa yang dilakukan oleh PKPU dan para mitra donatur dan dermawan ini dapat dijadikan contoh oleh lembaga lain atau masyarakat yang memang peduli dan prihatin dengan pendidikan," ungkap Suharsono.


Sumber: INILAH.COM, Citizen Journalism


PKPU Gagas Pembentukan Tabungan di Sekolah

MedanBisnis - Banda Aceh, Lembaga kemanusiaan internasional, Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) bersama sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Besar menggagas pembentukan tabungan “sedekah untuk sahabat” dalam upaya menumbuhkan kepedulian anak mengasihi sesamanya.

Kepala Cabang PKPU Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Romdlon Hidayat, di Banda Aceh, Kamis (12/2), mengatakan, kegiatan itu menghimpun dana infak dan sedekah dari siswa sekolah dan masyarakat yang diperuntukkan bagi pendidikan.

Hal itu dilakukan dengan mendistribusikan celengan di sekolah, perumahan dan juga perusahaan secara kolektif maupun perseorangan dalam jangka waktu 30 – 90 hari.
Sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang telah 10 tahun eksis, PKPU menggulirkan program tabung kepedulian itu dilatarbelakangi oleh upaya mewujudkan pendidikan yang merata untuk semua, sebagai salah satu dari delapan agenda tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) pada 2015.

Dana yang terkumpul dari hasil tabungan siswa tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sesuai dengan kesepakatan PKPU dan sekolah yang bersangkutan. Juga dapat dimanfaatkan sebagai dana kemanusiaan untuk membantu sesama, subsidi silang bagi anak yatim dan anak kurang mampu, baik di sekolah tersebut maupun di sekolah lainnya.
“Dalam hal ini PKPU juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat dalam merealisasikan program tersebut,” katanya.

Sejak diluncurkan pada Agustus 2007 hingga kini di Jakarta, dana yang telah terkumpul berjumlah lebih dari Rp172 juta. Program itu dilakukan bekerja sama dengan 20 sekolah, 11 perusahaan dan enam yayasan. Romdlon menyatakan, sebenarnya antusiasme anak-anak cukup tinggi untuk menabung, hal ini terbukti atas terkumpulnya dana sebesar Rp5,4 juta dari siswa SDN Garot dan SDN Lambheu di Aceh Besar.

Sebanyak lebih dari 212 siswa SDN Garot telah mengumpulkan dana lebih dari Rp3,5 juta sejak Desember 2008 sampai Februari 2009. “Dilihat dari jumlah dana yang terkumpul, sebagai langkah awal ini adalah sebuah keberhasilan bagi PKPU dan pihak sekolah untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat menabung bagi siswa di sekolah tersebut,” katanya.

Bahkan di antara siswa ada yang menabung uang sejumlah Rp97 ribu dalam celengannya. Sementara sebanyak 112 siswa SDN 2 Lambheu juga telah menabung dan menyumbangkan dana sejumlah Rp1.873.675 pada waktu yang sama. Bahkan salah seorang siswa di sekolah ini menyumbangkan Rp131.350 dalam celengannya.

Menurut Neviana, Kepala SDN 2 Lambheu, siswa di sekolah tersebut sangat termotivasi dan giat menabung, tidak hanya pada tabung peduli yang digagas PKPU, tetapi juga pada tabungan yang dilakukan pihak sekolah.

Dari pantauan, terbukti, saat tabungan dihitung oleh pihak PKPU dan sekolah tersebut, siswa berlomba-lomba membawa celengan masing-masing dan ingin mengetahui jumlah uang yang telah ditabungnya.

“Mereka juga ingin melanjutkan kembali menabung di hari berikutnya setelah proses penghitungan tahap pertama. Bahkan sebagai bentuk dukungan, salah seorang wali siswa juga turut menabung uangnya pada celengannya si anak.

Setelah keseluruhan tabungan dihitung dan diserahterimakan dari pihak sekolah kepada PKPU, kedua belah pihak akan membicarakan program yang tepat sasaran dan dibutuhkan, baik oleh pihak sekolah maupun sekolah lainnya, serta sebagai dana kemanusiaan atas kesepakatan kedua belah pihak,” kata Romdlon. (riandi armi)


Sumber: Medan Bisnis Online, 13 Februari 2009


Lomba Menggambar ‘Celengan’ Diikuti 150 Anak

BANTUL - Memeriahkan HUT ke-9 Dharma Wanita Persatuan, Minggu (23/11) digelar lomba menggambar dengan media ‘celengan’ di pendapa Parasamya Kabupaten Bantul.

Lomba diikuti sekitar 150 siswa SD dengan mengambil tema ‘Gemar Menabung’. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bantul, Hj Farida Gendut Sudarto mengatakan, lomba ini bertujuan menggiatkan anak untuk gemar menabung.

“Menabung secara tradisional di dalam ‘celengan’ yang terbuat dari gerabah, akan memupuk semangat mereka untuk meneruskan tradisi menabung. Ke depan, karena sudah terbiasa menabung, maka anak-anak akan beralih menyimpan uangnya di bank yang aman dan menguntungkan,” katanya.

Sedangkan dari sisi lain, diambilnya media gerabah merupakan bentuk apresiasi positif terhadap para perajin gerabah agar lebih produktif dalam berkarya. Dengan begitu akan meningkat permintaan ‘celengan’ dan akan meningkatkan pula para perajin.

Salah seorang peserta dari SD Gunturan, Vina mengatakan dirinya sangat senang dengan adanya lomba lukis ini. Apa lagi media yang digunakan adalah ‘celengan’ yang jarang menjadi media menggambar. Putri, siswi salah satu SD di Imogiri mengatakan, dirinya sudah sering mengikuti lomba lukis.

Sementara itu, dari hasil perlombaan kelompok A (kelas satu hingga kelas tiga SD), juara pertama diraih Adinda Putri Surya, juara II Salsabila Putri, juara III Laily Novisa. Untuk kelompok B, juara I dimenangkan Norma Arif, juara II Sholeh Ibadul dan juara III diperoleh Galih Diah. (Can)-n


Sumber: Kedaulatan Rakyat (KR), 25 Nopember 2008


Tabung Peduli, Sedekah untuk Sahabat


Pendidikan adalah salah satu dari delapan agenda Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) pada 2015 mendatang. ini pula yang melatarbelakangi PKPU menggulirkan program Tabung Peduli bagi terwujudnya ‘Pendidikan yang Merata untuk Semua’. Sehingga generasi Indonesia dapat menatap masa depan yang lebih baik.

Tabung Peduli menghimpun dana infak dan sedekah masyarakat dan diperuntukkan bagi pendidikan. Ini dilakukan dengan mendistribusikan celengan di sekolah, perumahan dan juga perusahaan secara kolektif maupun perseorangan dalam jangka waktu 30−45 hari.

Sejak diluncurkan pada Agustus 2007 lalu hingga kini, dana yang telah terkumpul berjumlah lebih dari Rp.200 juta. Selain itu, program ini juga telah bekerjasama lebih dari 30 sekolah, 11 perusahaan dan enam yayasan dengan jumlah mitra yang terus bertambah dari waktu ke waktu.

Beberapa mitra itu antara lain TKIT Az−Zahra, SDIT Nurul Fikri, SDIT Al−Hikmah, SDI Pondok Duta, SDIT Al−Khoirot, SDIT Buah Hati, SDIT At−Taufiq, SDIT As−Salamah dan SDIT Al−Furqon. Beberapa lainnya seperti Yayasan Husnul Khotimah, Yayasan Pemuda Kreatif, Yayasan BUMI Indonesia, Rohis Karyawan Sogo Kelapa Gading dan masih banyak lagi.

Dengan kata lain, program ini telah melibatkan lebih dari 16 ribu donatur dengan segala lapisan usia, mulai dari murid Taman Kanak−kanak (TK) hingga pegawai kantoran.

Menurut penanggung jawab program Tabung Peduli, Agung Aryanto, biasanya PKPU memberikan sosialisasi terlebih dahulu kepada para murid. "Ini dimaksudkan agar kesadaran untuk bersedekah bisa tumbuh bagi anak−anak," ujarnya beberapa waktu lalu.

Namun dalam pelaksanaannya, agung mengakui, sosialisasi bisa saja dilakukan oleh pihak sekolah. "Jadi lebih fleksibel," pungkasnya. (PKPU)


Sumber: INDO.POS, Senin, 30 Juni 2008


My Blog List

 

Tags

Artikel

Followers

Tabung Peduli PKPU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template